Cerita Hot

Jinan Story – Unleashed

Setelah kami beristirahat di kamar masing-masing, dan sempat recall the events yesterday alias remember by incident yesterday, aku sangat tak tega melihat dia lemas setelah merasakan vaginanya telah tertembus oleh milikku, kemudian cepat cepat aku menelponnya untuk meminta maaf atas kejadian kemarin yang telah kurebut kesuciannya karena tak tahan menahan nafsuku yang meledak-ledak

KRIIIIINNNNNGGG nada dering telepone

“hallo iya ak ada apa?”tanya Jinan padaku, “neng maafin aak ya yang kemarin”balasku, “yang mana ak?”tanyanya lagi, “itu yang di taman”sahutku, “oh yang kemarin itu?”tanyanya memastikan

“iya sayang yang kemarin itu, maafin aak ya, aak ga bisa menahan untuk tidak melakukannya”balasku, “ya ampun ak formal amat bahasanya”balas Jinan, “hehehe, video call aja yuk”pintaku, “iya ak”jawabnya

~ MODE VIDEOCALL ~

“haduuuhh biyuh Gusti sungguh sempurna sekali cintaanMu ini”rayuku padanya, “iiiihhh aak”sahutnya sambil memalingkan mukanya ke arah dinding, “kenapa neng?”tanyaku, “eneng gr ak, aak gombalin Jinan melulu”balasnya, “loh emang benerkan?, kamu itu ciptaan Tuhan yang paling sempurna selain Ibu dan Ochi adikku”sahutku dengan sedikit merayunya lagi, “oh kalo itu Jinan setuju, asal jangan ada cewek lain selain ibu, Ochi dan Jinan ya ak”tuturnya, “iya neng”balasku

“yakin nih?”tanyanya padaku, “yakin”balasku, “berapa persen?”tanya Jinan lagi, “wahhh kalo buat eneng mau seratus atau seribu persen aak bisa pastikan”rayuku, “iiiiihh aak gombal mulu”jawab Jinan tersipu malu, “malu-malu gitu bikin aak tambah sayang sama kamu neng”rayuku lagi, “aaaahhh aak bisa saja”balasnya, dan aku hanya bisa membalas dengan senyuman

“gimana soal yang kemarin?”tanyaku padanya, “udahlah ak Jinan ga kenapa-napa kok”balasnya, “beneran nih?” tanyaku lagi, “beneran”jawabnya, “gimana soal kemarin?”tanyaku lagi padanya, “iya, ak”jawabnya, “beneran nih?”tanyaku memastikan, “iya ak”balasnya, “maafin aak ya, aak khilaf”sahutku, “iya ak”balasnya

“eh besok bisa ketemuan lagi bisa gak?”tanyaku lagi, “iiihh aak nanya mulu”sahutnya, “maaf deh”balasku, “iya bisa ak”sahutnya, “ntar aak kabarin lagi ya”kataku, “iya ak, love you”sahutnya, “iya aak juga”balasku, “saranghaeyo opa”katanya lagi, “iya-iya neng”balasku, akhirnya kitapun saling mengakhiri pembicaraan di telpon dan melanjutkan aktifitas kami masing-masing di hotel.

Related Post