Cerita Hot

Mighty Turbo Power

Keesokan harinya setelah kejadian yang dimana Okta secara refleks menggenggam tangan dan bersembunyi di balik punggungku karena bertemu dengan Vincent yang membuatnya takut dan membuat Jinan cemburu, rasanya aku ingin hal ini tidak terjadi sampai dua kali sih takutnya Jinan ngambek ga kelar-kelar sampai ku pinta Viny untuk menenangkan suasana hatinya Jinan yang kaacauu balau

“halo geulis, cantikku, sayangku”rayuku, “ngerayu lagi nih?”tanya Jinan padaku, “iya sayang”balasku, “sebenarnya aak masih sayang gak sama eneng?”tanya Jinan lagi padaku, “ya masihlah”jawabku

“bener ga ada cewek lain selain eneng?”tanyanya lagi, “ada”jawabku, “siapaaaa?”tanya Jinan dengan emosi, “Ochi”gurauku, “iiiihh aak kesel deh kak Ochi kan adek kakak sendiri”rengeknya, “nah tuh tahu”sahutku, “pokoknya neng Jinan masih kesel sama aak”katanya

“loh aya naon atuh neng?”tanyaku, “habis kayaknya kakak kemerin nikmatin baget pelukan Okta”balasnya, “enggak neng”balasku, “ah aak bohong, aak jahat sama eneng”sahut Jinan sambil pergi kekamar dan meninggalkan aku sendirian di taman hotel

“haddduuuuhhh piye iki, jangan sampai dia minta putus, berabe urusannya ntar”gumamku, “oi bang aya naon ngelamun aja dari tadi, aya naon sok atuh cerita sama abdi”sahut Neneng Rosdiana a.k.a Ochi adik terkecilku setelah Nino Andreas Depari

Ya aku adalah Rasya Dewanggara Depari yang dimana ayahku adalah Riyadi Depari orang Batak yang menikahi gadis Sunda yaitu Dedeh Cempaka ya dia adalah ibuku yang telah melahirkan Widi Febrianto Depari (kakak),aku Rasya Dewanggara Depari, Nino Andreas Depari, dan Neneng Rosdiana anak cewek satu-satunya dan tidak di beri embel-embel marga, kenapa?, entahlah itu urusan orang tua yang memberi nama hehehe

“gini loh neng”kataku, “kumahak kang”balas Ochi, “akang takut di putusin Jinan neng”sahutku, “lah kok bisa?”tanyanya, “iya doi kemarin tos tingali abdi di rangkul sama Okta”balasku, “Okta rangkul abang kumaha datang na?”tanyanya lagi, “iya Okta takut”balasku, “sieun ka saha?”tanyanya lagi

“sieun Vincet”balasku, “emang habis di apain sama Vincent?”tanya Ochi, “Okta habis di *** sama Vincent”balasku, “apaaaa” sahut Ochi terkejut, “Ochi plis bantu akang ya”pintaku

“bantu apa?”tanya Ochi lagi, “tenangin Jinan ya”balasku, “loh kenapa ga abang aja?”tanyanya lagi, “Jinan lagi di kamar neng, kan ga mungkin akang masuk kamarnya kan pamali atuh”sahutku, “oke kang Ochi bantu”balasnya

“eh emang anjeun terang dimana tempat na?”tanyaku, “teu, sok tunjukin atuh”pintanya, “etah di kamar nomor *** dekat taman belakang”jelasku, “ok kang”balas Ochi sambil mengedipkan matanya ke arahku, “bussseett nih cewek kalo bukan adik guwe udah abis sama guwe nih”kataku dalam hati

“kak Dewa”sahut Rafael pacar Ochi, “lagi nenangin Jinan yang lagi ngambek”balasku, “oh gitu”sahut Rafael, “eh bro loe datang sama siapa?”tanyaku, “sama Nino kak”balas Rafael “mana orangnya?”tanyaku lagi, “tuh orangnya, “oii bang macam mana kabar kau?”tanya Nino, “macam kau tengok sekarang nih”balasku

“oowww kasihan kali kau bang, abis di putusin nih kayaknya”sahutnya,”taklah Jinankan masih sayang keknya sama abang kau nih”balasku, “yakin kali kau bang”paparnya, “macam mana aku tak yakin, aku sama dia kek romeo and juliet”kataku, “terserah kaulah bang”balsnya, “bang Dewa gimana sehat?”tanya Jennifer Hanna pacar Nino, “sehat, kamu gimana?”balasku, “baik, eh udahan dulu ya bang Hana sama Nino mau pacaran dulu”sahut Hanna, “kuy say kita pacaran, see you bang”kata Nino, “alay loe bro”balasku

~ BEBERAPA MENIT KEMUDIAN ~

Aku masih di sini menikmati indahnya pemandangan hotel sendirian tanpa Jinan di sisihku, tiba-tiba Jinan berada tepat di belakangku sambil menutup mataku, “ak maafin Jinan ya, udah gak percaya sama aak tadi”katanya, “iya neng ga papa kok”balasku

“oh iya neng sini duduk sama aak kita lihat pemandangan hotel yang indah ini berdua”pintaku, “ok ak”balasnya, “gimana kamu suka gak sama aak di sini lihat pemandangan?”tanyaku, “sukaa bangettt apa lagi cuma Jinan sama aak aja”balasnya

“iiihh aak tangannya ya”katanya, “eh maaf neng ga sengaja”balasku, “iiihh nakal deh Jinan cubit nih”sahutnya, “eh sakit tau”balasku “biarin salah sendiri”sahutnya

Lalu ku peluk dirinya dan mencium keningnya serta tak luput melumat bibirnya dengan penuh kasih sayang, ku lumat bibirnya dan tanganku meraih dadanya yang ternyata dia tak memaki bra,

Langsung saja kuremas-remas toketnya sambil terus melumat bibir indahnya, dan meremas-remas puting susunya dan kini ku lihat ekspresinya sangat membuat gairahku semakin meningkat

Ku angkat kakinya bertumpu di pahaku dan kuraba-raba paha mulusnya ternyata dia hanya pakai rok saja tanpa hotpans dan cdnya, ku sibahkan roknya ke atas lalu meraba memeknya

“aahh ak jangan plis”pintanya, “neng aak pingin”balasku, “jangan ak plisss”pintanya, “ayolah” pintaku sambil terus meraba-raba memeknya, “kak eeemmmhh”desah Jinan, “aduuhhh neng aak ga tahan lagi nih”sahutku, lalu ku masukkan jari ku ke lobang memeknya, “aaaahhh kak jangan dong kak perih nih memek Jinan”pintanya

Ku kocok memek Jinan dengan kecepatan turbo dan Jinan hanya bisa menunjukkan ekspresi yang bikin aku semakin ingin membawanya kedalam kenikmatan yang tak terkira, “aaaaahhh ak Jinan pinginnnn aaaaaaahhh, ak ga kuat”sahutnya, ku percepat kocokanku di memeknya dan dia berkata “aaaaakk ga kuat” dan pada akhirnya dia orgasme dengan hebatnya, “aahhh akk lemes nih udah ya pliss”pintanya

“eh jangan”pintaku, akupun membuka celana dan cd yang ku gunakan dan mengesek-geseknya di bibir vagina milik Jinan, “oooohhh Jinan aak pingin kamu”kataku, “ak jangan plis”rengeknya, “ayolah”pintaku, “gak mau”rengeknya

Tanpa basa-basi akupun membenamkan kontolku kedalam memeknya dan mulai menggenjotnya, mulai dari tempo pelan seperti kura-kura yang berjalan, “aaaaaahhh ak sakittttt”rengeknya, “aaahhh neng uuuhh nikmat bangettt”balasku, lalu ku percepat pergerakan kontolku di memeknya, “uuuuuuuhhh Jinan memek kamu nikmat banget”kataku dan dia hanya bisa berkata “aaaaaaahhh ak sakittttt”

Perlakuaan ini ku teruskan hingga kira-kira tiga jam dengan berbagai macam posisi dan tiba saatnya untuk aku berejakulasi di dalam memeknya, ku percepat genjotanku di memeknya dan pada akhirnya aku berhasil menyetubuhi gadis pujaanku ini

“aaaaahhh akkkk Jinan ga kuat lagi”desah Jinan, “aaahh neng aak juga”balasku, “aaaahhh uuuhhh”kataku dan akhirnya crrrroooooootttt kira-kira 9x semburan spermaku di dalam memeknya, kini kami saling tergolek lemas di kursi taman itu

Selang beberapa menit kemudian kamipun kembali ke kamar masing-masing, aku membantu mengangkat Jinan dan membawanya ke kamarnya untuk beristirahat karna aku merasa kasihan karna dia mengeluhkan perih di bagian vaginanya

Sesampainya di kamar ku ketok pintu dan di bukakan oleh Viny dan bertanya padaku “loh Jinan kenapa kak?”katanya, “ini katanya sakit di bagian vaginanya”balasku, “bener Jinan?”tanya Viny pada Jinan, “iya kak”balas Jinan pada Viny, “ya udah kamu istirahat dulu siapa tau besok udah agak mendingan”tuturku, “iya ak”balas Jinan, “makasih ya kak udah nganterin Jinan kekamar”sahut Viny,

“iya Vin sama-sama, udah ya kak balik ke kamar dulu”balasku, “sekali lagi makasih ya kak”tutur Viny padaku, “iya, Jinan sayang jangan lupa istirahat ya”sahutku, “iya ak, love you”kata Jinan padaku, “love you too”balasku, “eheeemmm yang lagi kasmaran nih”sahut Viny pada kami, “iiihh kak Viny nih”balas Jinan, “eeh kan kamu lagi sakit”balas Viny, “iya-iya kak Jinan istirahat”sahut Jinan, dan pada akhirnya kami masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Related Post